Minggu, 03 Februari 2013

PENDAHULUAN


KONSEP DASAR SEJARAH PENDIDIKAN ISLAM

A. PENGERTIAN 
Arti sejarah pendidikan islam terbagi dalam 3 definisi yaitu: kata sejarah, pendidikan dan Islam.
1. Sejarah
Kata “sejarah” secara etimologi, menurut Kuntowijoyo berasal dari bahasa Arab “syajara” yang berarti “terjadi”, atau “syajarah” yang berarti “pohon”, atau “syajarah al-nasab” yang berarti “pohon silsilah”.

Menurut Zuhairini, dkk arti sejarah, dalam bahasa Arab disebut tarikh, secara etimologi berarti ketentuan masa dan perhitungan tahun, seperti keterangan mengenai tahun sebelum dan sesudah Masehi, dipakai sebutan sebelum atau sesudah tarikh Masehi. Ilmu tarikh adalah suatu pengetahuan yang gunanya untuk mengetahui keadaan-keadaan atau kejadian-kejadian yang telah lampau maupun yang sedang terjadi di kalangan umat. Sementara dalam bahasa inggris, kata ini disebut “history” yang berarti pengalaman masa lampau dari pada umat manusia. Dengan demikian, secara etimologis, sejarah adalah catatan-catatan yang berhubungan dengan kajadian-kejadian masa lampau.

Sedangkan secara terminology, ada yang mengartikan sejarah sebagai keterangan yang terjadi di kalangan umat manusia pada masa lampau atau pada masa silam. Sejarah dapat juga berarti catatan yang berhubungan dengan kejadian-kejadian masa silam yang diabadikan dalam laporan-laporan tertulis dan dalam lingkup yang luas, baik tentang peristiwa sosial, politik, ekonomi, maupun agama dan budaya dari suatu bangsa, Negara atau dunia. Oleh karena itu, Variabel sejarah ada tiga, yaitu peristiwa atau fakta, tersimpan, terjadi di masa lampau dan adanya efek di masa sekarang.

2. Pendidikan
Kata “pendidikan” dalam arti luas berarti bimbingan yang dilakukan oleh seseorang terhadap dirinya sendiri. Sedangkan dalam arti sempit, pendidikan adalah bimbingan yang dilakukan seseorang yang kemudian disebut pendidik, terhadap orang lain yang kemudian disebut peserta didik. Zuhairini, dkk. (1992:149) merumuskan bahwa pendidikan adalah suatu aktivitas untuk mengembangkan seluruh aspek kepribadian manusia yang berjalan seumur hidup. Pendidikan tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga berlangsung di luar kelas. Pendidikan bukan hanya bersifat formal saja, tetapi mencakup juga yang non formal.

Dr. Ahmad Zaki memberikan pengertian sebagaimana yang dikutip oleh Dr. Ali Abdul Halim Mahmud bahwa, ‘Pendidikan islam adalah sebuah system sosial yang menentukan pengaruh efektivitas kelaurga, sekolah, dan pengembangan pertumbuhan yang dilihat dari segi jasmani, akal, dan moral sehingga mampu menjalani hidup secara bersama-sama dalam satu lingkungan tempat hidupnya’. (Dr. Ali Abdul Halim Mahmud : 2000) 

3. Islam
Kata “Islam” dalam “pendidikan islam” adalah pendidikan yang identik dengan ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw yang termaktub dalam al-Qur`an dan yang dalam pelaksanaannya dicontohkan oleh Nabi Muhammad saw selama hidupnya, yang kemudian disebut sunnah (Zuhairini, dkk.:1992: 10 & 12).

Oleh karena itu, dapat dirumuskan bahwa “sejarah pendidikan islam” adalah proses pewarisan dan pengembangan budaya umat manusia di bawah sinar bimbingan ajaran Islam, yaitu yang bersumber dan berpedoman pada ajaran islam sebagaimana termaktub dalam al-Qur`an dan terjabar dalam sunnah Rosul dan bermula sejak Nabi Muhammad saw menyampaikan ajaran tersebut kepada umatnya (Zuhairini, dkk.:1992: 10 & 12).

B. OBJEK DAN METODE MEMPELAJARI SEJARAH PENDIDIKAN ISLAM
1. Objek Sejarah Pendidikan Islam
Yang menjadi objek sejarah adalah fakta dan peristiwa, sedangkan yang menjadi objek kajian sejarah pendidikan islam itu adalah fakta tentang tujuan pendidikan, materi pendidikan, metode pendidikan, pendidik, peserta didik, media pendidikan, evaluasi, lembaga pendidikan dan lingkungan pendidikan sejak proses pendidikan yang diselenggarakan oleh Nabi Muhammad saw. sampai sekarang.

2. Metode Mempelajari Sejarah Pendidikan Islam
Objek sejarah pendidikan islam sarat dengan nilai-nilai agamawi, filosofi, psikologi dan sosiologi. Objek sasaran sejarah itu perlu diletakkan secara utuh, menyeluruh, mendasar sesuai dengan sifat dan sikapnya, dengan demikian ada 3 metode untuk mempelajarinya:
a. Metode Deskriptif 
Yaitu cara untuk mengumpulkan informasi tentang keadaan-keadaan nyata yang ditunjukan untuk menggambarkan sifat suatu keadaan dan memeriksa sebab-sebab dari suatu gejala tertentu dan hanya mengukur apa adanya (Alimuddin Tuwu, 1993, cet. 1, h. 71). Tujuan dari metode ini adalah untuk membuat deskripsi, gambaran atau lukisan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antar fenomena yang diselidiki (Moh. Nazir, 1988, cet. Ke-3, h. 63).
b. Metode Komparatif 
Yaitu metode yang digunakan dalam mempejarai sejarah pendidikan Islam. Secara implementatif, metode ini berusaha mengidentifikasi atau membedakan fakta yang satu dengan fakta yang lain, berusaha mengidentifikasi hubungan sebab akibat, dan membedakannya antara fakta yang satu dengan fakta yang lain, dan kemudian berusaha mengobservasi pengaruh atau akibatnya terhadap satu atau beberapa fakta selanjutnya (Sukardi, 2003: 171-172).
c. Metode Analisis-sintesis 
Yaitu suatu metode yang dimaksudkan untuk memperoleh satu keutuhan dan kelengkapan kerangka pencapaian tujuan serta manfaat penulisan sejarah pendidikan Islam (Zuhairini, dkk.:1992: 3-4)

C. KEGUNAAN SEJARAH PENDIDIKAN ISLAM
Ada ungkapan yang mengatakan “Jika seseorang tidak memperhatikan sejarah, maka tentu ia akan ketinggalan di belakang. Dan jika seseorang sungguh-sungguh memperhatikan sejarah, maka tentu ia meraih kemajuan”. Mempelajari sejarah pendidikan islam memiliki dua aspek kegunaan.
1. Secara umum
Sejarah pendidikan islam memiliki kegunaan sebagai faktor keteladanan. Dengan mempelajari sejarah pendidikan islam, umat islam dapat meneladani proses pendidikan semenjak zaman kerasulan Muhammad saw, zama Al-khulafa’ Al-rasydun, zaman ulama-ulama besar dan para pemuka pendidikan islam.
2. Secara akademis
Sejarah pendidikan islam dapat memberikan perbendaharaan perkembangan ilmu pengetahuan baik teori maupun praktik, dapat menumbuhkan perspektif baru dalam rangka mencari relevansi pendidikan islam terhadap segala bentuk perubahan dan perkembangan ilmu dan teknologi, berguna bagi pembangunan dan pengembangan pendidikan islam, dan dapat memberikan arah kemajuan yang pernah dialami oleh umat islam dan dinamismenya sehingga pembangunan pengembangan itu tetap berada dalam kerangka pandangan yang utuh dan mendasar.

3. PERIODISASI SEJARAH PENDIDIKAN ISLAM
Proses pendidikan sebenarnya telah berlangsung sepanjang sejarah dan berkembang sejalan dengan perkembangan sosial budaya manusia di permukaan bumi yaitu semenjak manusia menghendaki kemajuan dalam kehidupannya. Sejarah pendidikan islam dapat dipelajari sesuai dengan periodisasinya dan dibagi menjadi lima periode, yaitu:
1. Priode pembinaan pendidikan Islam, yang berlangsung pada zaman Nabi Muhammad saw
2. Periode pertumbuhan pendidikan Islam, yang berlangsung sejak Nabi Muhammad saw wafat sampai akhir Bani Umayah, yang diwarnai dengan berkembangnya ilmu-ilmu naqliyah
4. Periode kejayaan (puncak perkembangan) pendidikan Islam, yang berlangsung sejak permulaan Daulah Abbasiyah sampai dengan jatuhnya Bagdad, yang diwarnai oleh bekembangnya ilmu aqliyah dan timbulnya madrasah, serta memuncaknya perkembangan kebudayaan Islam
3. Periode kemunduran pendidikan Islam, yaitu sejak jatuhnya Bagdad sampai jatuhnya Mesir ke tangan Napoleon, yang ditandai dengan runtuhnya sendi-sendi kebudayaan Islam dan perpindahnya pusat-pusat pengembangan kebudayaan ke dunia Barat.
5. Periode pembaharuan pendidikan Islam, yang berlangsung sejak pendudukan Mesir oleh Napoleon sampai masa kini, yang ditandai dengan gejala-gejala kebangkitan kembali umat dan kebudayaan Islam (Zuhairini, dkk., 1991: 12-13).

Dalam kajian pendidikan Islam di Indonesia, mencakup fase-fase sebagai berikut:
1. Fase pra kemerdekaan, meliputi dari semenjak masuknya islam ke Indonesia sampai pada proklamasi kemerdekaan Indonesia
2. Fase pasca kemerdekaan, meliputi orde lama dan orde baru
3. Fase Reformasi


Bagi yang memerlukan Slide nya klik di sini

0 komentar:

Posting Komentar