SEJARAH
PENDIDIKAN ISLAM PADA MASA RASULULLAH MUHAMMAD SAW
Di dalam buku
sejarahnya yang berjudul Sirah Nabawiyah, Syaikh Shafiyyurrahman
Al-Mubarakhfury mengemukakan, bahwa Rasulullah saw menerapkan kurikulum
pendidikan yang tepat selama beliau hidup, dan sebagai cikal bakal untuk pendidikan di masa yang akan datang. Di
mana Rasulullah saw membaginya pada dua fase, yaitu;
A. FASE MEKKAH
1.
Latar Historis
Sebelum
Nabi Muhammad saw memulai tugasnya sebagai rasul, yaitu melaksanakan pendidikan
islam terhadap umatnya, ia telah dididik dan dipersiapkan oleh Allah untuk melaksanakan
tugas tersebut secara sempurna, melalui pengalaman, pengenalan serta peran
sertanya dalam kehidupan masyarakat dan lingkungan budayanya, tanpa larut dan
hanyut terbawa arus budaya masyarakatnya. Bahkan ia mampu menemukan
mutiara-mutiara Ibrahim yang sudah tenggelam dalam lumpur budaya masyarakat
tersebut. Nabi Muhammad saw sering mengadakan tahannus di gua Hira dan ia
mendapat petunjuk dan kebenaran dari Allah. Di gua ini pula ia dilantik oleh
Allah menjadi Rasul, menjadi pendidik bagi umatnya (zuhairini, 1992: 18-19).
2.
Pelaksanaan
Pendidikan Islam pada Masa Nabi di Mekkah
Komponen-komponen
Pendidikan Islam pada Masa Nabi di Mekkah
a)
Tujuan Pendidikan
Islam pada Masa Nabi di Mekkah
Datangnya
ajaran Islam yang dibawa oleh para Rasul yang telah diutus Allah adalah untuk
meluruskan dan memacu perkembangan budaya umat manusia. Tujuan pendidikan yang
dilakukan Nabi Muhammad adalah untuk:
(1)
Menata kembali
unsur-unsur budaya yang telah ada di kalangan bangsanya
(2)
Meletakkan
unsur-unsur baru yang akan menjadi dasar bagi perkembangan budaya berikutnya
(3)
Membersihkan
tauhid dari syirik dan penyembahan terhadap berhala-berhala, sehingga
mutiara-mutiara tauhid menjadi cemerlang kembali (Zuhairini, 1992:15-16)
b)
Materi Pendidikan
Islam pada Masa Nabi Fase Mekkah
(1)
Pendidikan
Tauhid, dalam Teori dan Praktik
Materi
pendidikan Islam yang diajarkan Rasulullah saw yaitu pendidikan tauhid yang
terkandung dalam surat Al-Fatihah yang merupakan intisari dari seluruh wahyu
yang Allah berikan kepadanya.
Pokok-pokok
kandungan dalam surat Al-Fatihah adalah sebagai berikut:
1.
Bahwa adalah pencipta alam semesta.
2.
Bahwa allah telah memberikan nikmat untuk semua makhluk.
3.
Bahwa Allah adalah raja di hari kemudian.
4.
Bahwa Allah adalah sesembahan yang sebenarnya dan yang satu-satunya.
5.
Bahwa Allah adalah penolong yang sebenarnya.
6.
Bahwa Allah yang membimbing dan memberi petunjuk kepada manusia.
2)
Pengajaran
al-Qur`an
Nabi
Muhammad memberikan materi pendidikan berupa ayat-ayat al-Quran yang telah
Allah wahyukan kepadanya dan cara mengajarkannya adalah: partama,
melalui hafalan, karena Masyarakat Arab pada masa itu terkenal masyarakat yang
ummi dan tradisi budaya mereka adalah budaya lisan yaitu menghafal syair-syair
atau puisi-puisi yang indah. Kedua adalah pengajaran dengan cara
berangsur-angsur, sedikit demi sedikit agar memudahkan dalam menghafal terutama
Nabi Muhammmad memberikannya kepada orang atau sahabat yang lebih tajam
hafalannya, setelah itu barulah Nabi mengajarkan menulis, para sahabat yang
pandai menulis agar menuliskan ayat-ayat al-Qur`an yang telah dihafal oleh
sahabat yang lain.
c)
Prinsip dan
Metode Pendidikan Islam pada Masa Nabi di Mekkah
1.
Metode Pendidikan
Tauhid
a.
Secara
sembunyi-sembunyi
b.
Secara
terang-terangan setelah turun surat al-Hijr ayat 94
فَاصْدَعْ بِمَا تؤْمَرُ وَأَعْرِضْ عَنِ الْمشْركِينَ
“Maka
sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan
(kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik”.
a.
Mengajak umatnya
untuk membaca, memperhatikan dan memikirkan kekuasaan dan kebesaran Allah dan
diri manusia.
b.
Mengganti ucapan
sebelum mengerjakan pekerjaan, dari yang biasanya menyebut nama berhala menjadi
menyebut basmalah.
c.
Merubah kebiasaan
membaca syair-syair menjadi membaca ayat-ayat al-qur`an.
d.
Merubah kebiasaan
menyembah berhala menjadi mengagungkan dan menyembah Allah dengan cara sholat
dan do`a.
2.
Metode Pengajaran
Al-Qur`an
Metode
pengajaran Al-Qur`an pada masa ini adalah dengan cara dihafal dan selau dibaca
dan wajib dibaca dalam sholat. Selain itu Al-Qur`an boleh dibaca dalam beberapa
dialek atau bahasa yaitu pada saat nabi sudah hijrah ke Madinah.
d)
Pendidik dan
Peserta didik dalam Pendidikan Islam pada Masa Nabi Fase Mekah
Yang
menjadi pendidik pada masa ini adalah Nabi Muhammad sendiri, sedangkan yang
menjadi peserta didiknya adalah para keluarga dan sahabat terdekatnya seperti:
Khadijah, Ali bin Abi Tholib, Zaid bin Haritsah, Utsman bin `Affan, Zubair bin
`Awwam, Sa`ad bin Abi Waqas, Abdurrahman bin `Auf, Abu Ubaidillah bin Jarrah,
Arqam bin Abi al-Arqam, Fatimah binti Khaththab dan suaminya Said bin zaid,
serta beberapa orang lainnya.
c)
Lembaga
Pendidikan Islam pada Masa Nabi Fase Mekkah
1.
Rumah, yaitu rumah Arqam bin Abi al-Arqam
2.
Kuttab artinya menulis atau tempat menulis
d)
Evaluasi
Pendidikan Islam pada Masa Nabi Fase Mekkah
Evaluasi
pendidikan al-Qur`an yang dilakukan Nabi Muhammad saw adalah dengan cara
mengadakan ulangan terhadap hafalan para sahabatnya, dengan cara para sahabat
membaca dihadapan nabi dan kemudian Nabi membetulkan bacaan mereka bila ada
kesalahan atau kekeliruan.
B. FASE
MADINAH
1.
Latar Historis
Shafiyyurrahman
Al-Mubarakhfury menyebutkan ; Pada mulanya, di tahun kesebelas dari nibuwah, penduduk
Madinah ada yang mengadakan ziarah ke ka’bah karena musin haji, yang akhirnya
mereka bertemu dengan Rasulullah saw dan berbae’at memeluk Islam. Jumlah mereka
kurang lebih 6 orang, dan disebutlah peristiwa itu Bai’at Aqobah pertama. Ditahun
berikutnya, datang sebanyak 12 orang dari yastrib ke makkah dan semuanya
memeluk Islam, yang disebut dengan Bae’at Aqobah pertama untuk kedua kalinya. Kemudian
di tahun ke tiga belas dari nubuwah, datang ke lagi ke makkah sebanyak 75 orang
dan berbai’at kepada Rasulullah saw, yang disebut dengan bai’at Aqobah ke dua
(Al-Mubarakhfury, 2003 : 199-205). Dari sinilah awal mula Rasulullah saw
menyebarnya Islam di yatsrib, dan merupakan cikal bakal Rasulullah saw dan para
sahabatnya hijrah dari Makkah ke Madinah. Sehingga sebelum Rasulullah dan para
sahabatnya hijrah dari Mekkah ke Madinah (Yatsrib) telah banyak penduduk kota
ini yang memeluk Islam. Bahkan kedatangan Nabi Muhammad ke kota tersebut
disambut baik oleh penduduknya. Namun lama-kelamaan akhirnya penduduk lain yaitu
kaum Yahudi tidak senang , karena terbentuknya masyarakat baru kaum muslimin di
kota itu.
2.
Dasar Dan Tujuan
Pendidikan Islam Pada Fase Madinah
Pembinaan
Pendidikan Islam di Madinah, pada hakekatnya adalah kelanjutan dari pendidikan
tauhid di Mekah, yaitu pembinaan di bidang pendidikan sosial dan manajemen
(ukhuwwah islamiyah) agar dijiwai oleh ajaran tauhid, sehingga akhirnya tingkah
laku sosialnya merupakan cermin dan pantulan sinar tauhid.
Di
Madinah Nabi Muhammad mendirikan sebuah masjid dan selanjutnya, ia mulai
meletakkan dasar-dasar terbentuknya masyarakat yang bersatu padu secara intern.
Dasar-dasar tersebut adalah:
a.
Mengikis habis
sisa-sisa permusuhan dan pertentangan antar suku dengan jalan mengikat tali
persaudaraan di antara mereka.
b.
Untuk memenuhi
kebutuhan sehari-hari, Nabi Muhammad menganjurkan kepada kaum Muhajirin untuk
tetap berdagang seperti semula.
c.
Untuk menjalin
kerja sama dan saling tolong menolong, maka diberlakukan syari`at zakat dan
puasa.
d.
Dalam rangka
pembinaan dan pengembangan, maka disyari`atkan media komunikasi berdasarkan
wahyu, yaitu untuk sholat Jum`at berjamaah dan adzan.
Tujuan
pembinaan atau pendidikan adalah agar secara berangsur-angsur pokok-pokok
pikiran konstitusi Madinah diakui dan berlaku bukan hanya di Madinah saja,
tetapi lebih luas yaitu sampai bangsa-bangsa di seluruh dunia. Dalam hal ini
misi Nabi Muhammad adalah membawa agama Islam menjadi agama yang mengatasi
seluruh agama-agama lain, dan menjadi rahmatan lil `alamin.
3.
Materi Pendidikan
Islam pada Fase Madinah
Materi
Pendidikan Islam pada masa itu adalah ayat-ayat al-Qur`an yang turun selama periode
Madinah yaitu petunjuk bagi Nabi Muhammad saw dalam mengambil keputusan dan
kebijakan untuk membina umat dan masyarakat Islam (Zuhairini, 1992: 42, 43)
4.
Metode Pendidikan
Islam pada Fase Madinah
a.
Pendidikan
al-Qur`an
b.
Pendidikan
Ukhuwah, Nabi Muhammad berupaya memperbaiki system persaudaraan di antara
mereka, dan menanamkan kesadaran persaudaraan yang mereka lakukan harus karena
Allah bukan karena yang lain.
c.
Pendidikan
Kesejahteraan Sosial, untuk mewujudkan kesejahteraan sosial, maka masyarakat
harus memiliki pekerjaan tetap, seperti bertani atau berdagang.
d.
Pendidikan
Kesejahteraan Keluarga Nabi Muhammad berusaha untuk memperkenalkan dan
sekaligus mene-rapkan system kekeluargaan dan kekerabatan yang berdasarkan
taqwa kepada Allah.
e.
Pendidikan Hankam
(Pertahanan dan Keamanan) Dakwah Islam
5.
Lembaga
Pendidikan Islam pada Masa Nabi Fase Madinah, diantarany:
1.
Masjid
2.
Kuttab
6.
Evaluasi
Nabi
Muhammad sering mengadakan ulangan-ulangan dalam pembacaan al-Qur`an, yaitu
dalam sholat, pidato-pidato dalam pelajaran-pelajaran lain dan di lain
kesempatan (Zuhairini: 33-34).
C. PENDIDIKAN
ANAK DALAM ISLAM
1.
Anak Dalam
Pandangan Islam
Dalam
Islam, anak atau keturunan merupakan generasi penerus yang akan menerima
warisan nilai budaya dari generasi sebelumnya, dan yang akan mengembangkan
warisan-warisan tersebut menjadi lebih berdaya guna. Oleh karena itu, banyak
peringatan dalam al-Qur`an yang berkaitan dengan hal itu, diantaranya:
a.
Agar seseorang
menjaga diri dan anggota keluarga (termasuk anak-anak) dari kehancuran api
neraka, QS. At-Tahrim ayat 6:
“Hai
orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang
bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang
kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya
kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan”.
b.
Tidak boleh
meninggalkan anak-anak dalam keadaan lemah dan tidak berdaya menghadapi
tantangan hidup, QS. An-Nisa ayat 9:
“Dan
hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan
dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap
(kesejahteraan) mereka. oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah
dan hendaklah mereka mengucapkan Perkataan yang benar”.
2.
Materi Pendidikan
Anak Dalam Islam
Garis-garis
besar materi pendidikan anak dalam Islam yang dicontohkan Nabi Muhammmad saw
adalah sebagaimana yang diisyaratkan oleh Allah dalam surat Luqman ayat 13-19
sebagai berikut:
1.
Pendidikan
Al-Qur’an
2.
Pendidikan Tauhid
3.
Pendidikan Shalat
4.
Pendidikan adab
sopan santun dalam keluarga
5.
Pendidikan adab
sopan santun dalam bermasyarakat
6.
Pendidikan
kepribadian
D. PRINSIP PENDIDIKAN
ISLAM PADA MASA NABI MUHAMMMAD SAW
Ada
beberapa prinsip dalam pendidikan Islam pada Fase Nabi Muhammad, diantaranya:
1.
Menyampaikan
ajaran baru yaitu Islam
2.
Memperkaya dan
melengkapi unsur-unsur budaya yang telah ada.
3.
Meluruskan
kembali nilai-nilai yang sudah menyimpang dari ajaran aslinya.
4.
Meningkatkan
kesejahteraan dan perkembangan budaya.
bagi yang mau slide nya di sini
bagi yang mau pdf di sini
0 komentar:
Posting Komentar