Senin, 11 Maret 2013

SPI Pada Masa Rasulullah SAW



SEJARAH PENDIDIKAN ISLAM PADA MASA RASULULLAH MUHAMMAD SAW

Di dalam buku sejarahnya yang berjudul Sirah Nabawiyah, Syaikh Shafiyyurrahman Al-Mubarakhfury mengemukakan, bahwa Rasulullah saw menerapkan kurikulum pendidikan yang tepat selama beliau hidup, dan sebagai cikal bakal  untuk pendidikan di masa yang akan datang. Di mana Rasulullah saw membaginya pada dua fase, yaitu;
A. FASE MEKKAH
1.      Latar Historis
Sebelum Nabi Muhammad saw memulai tugasnya sebagai rasul, yaitu melaksanakan pendidikan islam terhadap umatnya, ia telah dididik dan dipersiapkan oleh Allah untuk melaksanakan tugas tersebut secara sempurna, melalui pengalaman, pengenalan serta peran sertanya dalam kehidupan masyarakat dan lingkungan budayanya, tanpa larut dan hanyut terbawa arus budaya masyarakatnya. Bahkan ia mampu menemukan mutiara-mutiara Ibrahim yang sudah tenggelam dalam lumpur budaya masyarakat tersebut. Nabi Muhammad saw sering mengadakan tahannus di gua Hira dan ia mendapat petunjuk dan kebenaran dari Allah. Di gua ini pula ia dilantik oleh Allah menjadi Rasul, menjadi pendidik bagi umatnya (zuhairini, 1992: 18-19).
2.      Pelaksanaan Pendidikan Islam pada Masa Nabi di Mekkah
Komponen-komponen Pendidikan Islam pada Masa Nabi di Mekkah
a)      Tujuan Pendidikan Islam pada Masa Nabi di Mekkah
Datangnya ajaran Islam yang dibawa oleh para Rasul yang telah diutus Allah adalah untuk meluruskan dan memacu perkembangan budaya umat manusia. Tujuan pendidikan yang dilakukan Nabi Muhammad adalah untuk:
(1)   Menata kembali unsur-unsur budaya yang telah ada di kalangan bangsanya
(2)   Meletakkan unsur-unsur baru yang akan menjadi dasar bagi perkembangan budaya berikutnya
(3)   Membersihkan tauhid dari syirik dan penyembahan terhadap berhala-berhala, sehingga mutiara-mutiara tauhid menjadi cemerlang kembali (Zuhairini, 1992:15-16)
b)      Materi Pendidikan Islam pada Masa Nabi Fase Mekkah
(1)   Pendidikan Tauhid, dalam Teori dan Praktik
Materi pendidikan Islam yang diajarkan Rasulullah saw yaitu pendidikan tauhid yang terkandung dalam surat Al-Fatihah yang merupakan intisari dari seluruh wahyu yang Allah berikan kepadanya.
Pokok-pokok kandungan dalam surat Al-Fatihah adalah sebagai berikut:
1. Bahwa adalah pencipta alam semesta.
2. Bahwa allah telah memberikan nikmat untuk semua makhluk.
3. Bahwa Allah adalah raja di hari kemudian.
4. Bahwa Allah adalah sesembahan yang sebenarnya dan yang satu-satunya.
5. Bahwa Allah adalah penolong yang sebenarnya.
6. Bahwa Allah yang membimbing dan memberi petunjuk kepada manusia.
2)      Pengajaran al-Qur`an
Nabi Muhammad memberikan materi pendidikan berupa ayat-ayat al-Quran yang telah Allah wahyukan kepadanya dan cara mengajarkannya adalah: partama, melalui hafalan, karena Masyarakat Arab pada masa itu terkenal masyarakat yang ummi dan tradisi budaya mereka adalah budaya lisan yaitu menghafal syair-syair atau puisi-puisi yang indah. Kedua adalah pengajaran dengan cara berangsur-angsur, sedikit demi sedikit agar memudahkan dalam menghafal terutama Nabi Muhammmad memberikannya kepada orang atau sahabat yang lebih tajam hafalannya, setelah itu barulah Nabi mengajarkan menulis, para sahabat yang pandai menulis agar menuliskan ayat-ayat al-Qur`an yang telah dihafal oleh sahabat yang lain.
c)      Prinsip dan Metode Pendidikan Islam pada Masa Nabi di Mekkah
1.      Metode Pendidikan Tauhid
a.      Secara sembunyi-sembunyi
b.      Secara terang-terangan setelah turun surat al-Hijr ayat 94
فَاصْدَعْ بِمَا تؤْمَرُ وَأَعْرِضْ عَنِ الْمشْركِينَ
“Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik”.
a.      Mengajak umatnya untuk membaca, memperhatikan dan memikirkan kekuasaan dan kebesaran Allah dan diri manusia.
b.      Mengganti ucapan sebelum mengerjakan pekerjaan, dari yang biasanya menyebut nama berhala menjadi menyebut basmalah.
c.       Merubah kebiasaan membaca syair-syair menjadi membaca ayat-ayat al-qur`an.
d.      Merubah kebiasaan menyembah berhala menjadi mengagungkan dan menyembah Allah dengan cara sholat dan do`a.
2.      Metode Pengajaran Al-Qur`an
Metode pengajaran Al-Qur`an pada masa ini adalah dengan cara dihafal dan selau dibaca dan wajib dibaca dalam sholat. Selain itu Al-Qur`an boleh dibaca dalam beberapa dialek atau bahasa yaitu pada saat nabi sudah hijrah ke Madinah.

d)      Pendidik dan Peserta didik dalam Pendidikan Islam pada Masa Nabi Fase Mekah
Yang menjadi pendidik pada masa ini adalah Nabi Muhammad sendiri, sedangkan yang menjadi peserta didiknya adalah para keluarga dan sahabat terdekatnya seperti: Khadijah, Ali bin Abi Tholib, Zaid bin Haritsah, Utsman bin `Affan, Zubair bin `Awwam, Sa`ad bin Abi Waqas, Abdurrahman bin `Auf, Abu Ubaidillah bin Jarrah, Arqam bin Abi al-Arqam, Fatimah binti Khaththab dan suaminya Said bin zaid, serta beberapa orang lainnya.

c)      Lembaga Pendidikan Islam pada Masa Nabi Fase Mekkah
1. Rumah, yaitu rumah Arqam bin Abi al-Arqam
2. Kuttab artinya menulis atau tempat menulis
d)      Evaluasi Pendidikan Islam pada Masa Nabi Fase Mekkah
Evaluasi pendidikan al-Qur`an yang dilakukan Nabi Muhammad saw adalah dengan cara mengadakan ulangan terhadap hafalan para sahabatnya, dengan cara para sahabat membaca dihadapan nabi dan kemudian Nabi membetulkan bacaan mereka bila ada kesalahan atau kekeliruan.
B. FASE MADINAH
1.      Latar Historis
Shafiyyurrahman Al-Mubarakhfury menyebutkan ; Pada mulanya, di tahun kesebelas dari nibuwah, penduduk Madinah ada yang mengadakan ziarah ke ka’bah karena musin haji, yang akhirnya mereka bertemu dengan Rasulullah saw dan berbae’at memeluk Islam. Jumlah mereka kurang lebih 6 orang, dan disebutlah peristiwa itu Bai’at Aqobah pertama. Ditahun berikutnya, datang sebanyak 12 orang dari yastrib ke makkah dan semuanya memeluk Islam, yang disebut dengan Bae’at Aqobah pertama untuk kedua kalinya. Kemudian di tahun ke tiga belas dari nubuwah, datang ke lagi ke makkah sebanyak 75 orang dan berbai’at kepada Rasulullah saw, yang disebut dengan bai’at Aqobah ke dua (Al-Mubarakhfury, 2003 : 199-205). Dari sinilah awal mula Rasulullah saw menyebarnya Islam di yatsrib, dan merupakan cikal bakal Rasulullah saw dan para sahabatnya hijrah dari Makkah ke Madinah. Sehingga sebelum Rasulullah dan para sahabatnya hijrah dari Mekkah ke Madinah (Yatsrib) telah banyak penduduk kota ini yang memeluk Islam. Bahkan kedatangan Nabi Muhammad ke kota tersebut disambut baik oleh penduduknya. Namun lama-kelamaan akhirnya penduduk lain yaitu kaum Yahudi tidak senang , karena terbentuknya masyarakat baru kaum muslimin di kota itu.

2.      Dasar Dan Tujuan Pendidikan Islam Pada Fase Madinah
Pembinaan Pendidikan Islam di Madinah, pada hakekatnya adalah kelanjutan dari pendidikan tauhid di Mekah, yaitu pembinaan di bidang pendidikan sosial dan manajemen (ukhuwwah islamiyah) agar dijiwai oleh ajaran tauhid, sehingga akhirnya tingkah laku sosialnya merupakan cermin dan pantulan sinar tauhid.
Di Madinah Nabi Muhammad mendirikan sebuah masjid dan selanjutnya, ia mulai meletakkan dasar-dasar terbentuknya masyarakat yang bersatu padu secara intern. Dasar-dasar tersebut adalah:
a.      Mengikis habis sisa-sisa permusuhan dan pertentangan antar suku dengan jalan mengikat tali persaudaraan di antara mereka.
b.      Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Nabi Muhammad menganjurkan kepada kaum Muhajirin untuk tetap berdagang seperti semula.
c.       Untuk menjalin kerja sama dan saling tolong menolong, maka diberlakukan syari`at zakat dan puasa.
d.      Dalam rangka pembinaan dan pengembangan, maka disyari`atkan media komunikasi berdasarkan wahyu, yaitu untuk sholat Jum`at berjamaah dan adzan.
Tujuan pembinaan atau pendidikan adalah agar secara berangsur-angsur pokok-pokok pikiran konstitusi Madinah diakui dan berlaku bukan hanya di Madinah saja, tetapi lebih luas yaitu sampai bangsa-bangsa di seluruh dunia. Dalam hal ini misi Nabi Muhammad adalah membawa agama Islam menjadi agama yang mengatasi seluruh agama-agama lain, dan menjadi rahmatan lil `alamin.

3.      Materi Pendidikan Islam pada Fase Madinah
Materi Pendidikan Islam pada masa itu adalah ayat-ayat al-Qur`an yang turun selama periode Madinah yaitu petunjuk bagi Nabi Muhammad saw dalam mengambil keputusan dan kebijakan untuk membina umat dan masyarakat Islam (Zuhairini, 1992: 42, 43)

4.      Metode Pendidikan Islam pada Fase Madinah
a.      Pendidikan al-Qur`an
b.      Pendidikan Ukhuwah, Nabi Muhammad berupaya memperbaiki system persaudaraan di antara mereka, dan menanamkan kesadaran persaudaraan yang mereka lakukan harus karena Allah bukan karena yang lain.
c.       Pendidikan Kesejahteraan Sosial, untuk mewujudkan kesejahteraan sosial, maka masyarakat harus memiliki pekerjaan tetap, seperti bertani atau berdagang.
d.      Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Nabi Muhammad berusaha untuk memperkenalkan dan sekaligus mene-rapkan system kekeluargaan dan kekerabatan yang berdasarkan taqwa kepada Allah.
e.      Pendidikan Hankam (Pertahanan dan Keamanan) Dakwah Islam
5.      Lembaga Pendidikan Islam pada Masa Nabi Fase Madinah, diantarany:
1. Masjid
2. Kuttab

6.      Evaluasi
Nabi Muhammad sering mengadakan ulangan-ulangan dalam pembacaan al-Qur`an, yaitu dalam sholat, pidato-pidato dalam pelajaran-pelajaran lain dan di lain kesempatan (Zuhairini: 33-34).

C. PENDIDIKAN ANAK DALAM ISLAM
1.      Anak Dalam Pandangan Islam
Dalam Islam, anak atau keturunan merupakan generasi penerus yang akan menerima warisan nilai budaya dari generasi sebelumnya, dan yang akan mengembangkan warisan-warisan tersebut menjadi lebih berdaya guna. Oleh karena itu, banyak peringatan dalam al-Qur`an yang berkaitan dengan hal itu, diantaranya:
a.      Agar seseorang menjaga diri dan anggota keluarga (termasuk anak-anak) dari kehancuran api neraka, QS. At-Tahrim ayat 6:
“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan”.
b.      Tidak boleh meninggalkan anak-anak dalam keadaan lemah dan tidak berdaya menghadapi tantangan hidup, QS. An-Nisa ayat 9:
“Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan Perkataan yang benar”.
2.      Materi Pendidikan Anak Dalam Islam
Garis-garis besar materi pendidikan anak dalam Islam yang dicontohkan Nabi Muhammmad saw adalah sebagaimana yang diisyaratkan oleh Allah dalam surat Luqman ayat 13-19 sebagai berikut:
1.      Pendidikan Al-Qur’an
2.      Pendidikan Tauhid
3.      Pendidikan Shalat
4.      Pendidikan adab sopan santun dalam keluarga
5.      Pendidikan adab sopan santun dalam bermasyarakat
6.      Pendidikan kepribadian
D. PRINSIP PENDIDIKAN ISLAM PADA MASA NABI MUHAMMMAD SAW
Ada beberapa prinsip dalam pendidikan Islam pada Fase Nabi Muhammad, diantaranya:
1.      Menyampaikan ajaran baru yaitu Islam
2.      Memperkaya dan melengkapi unsur-unsur budaya yang telah ada.
3.      Meluruskan kembali nilai-nilai yang sudah menyimpang dari ajaran aslinya.
4.      Meningkatkan kesejahteraan dan perkembangan budaya.

bagi yang mau slide nya di sini

bagi yang mau pdf di sini

0 komentar:

Posting Komentar