Ta’rif (pengertian) Istiqamah
Secara bahasa istiqamah berarti menjadikan sesuatu tegak,
lurus, dan sejajar. Sedangkan secara istilah ada beberapa pengertian dari para
ulama;
Al-Qadhiy
‘Iyadh berkata: “Tauhidkanlah Allah, beriman kepadanya kemudian
beristiqamahlah. Jangan menyimpang dari tauhid dan teruslah menjalankan
ketaatan kepada-Nya hingga kamu mati dalam keadaan seperti itu.”
Ibnu Katsir mengartikan istiqamah sebagai mengikhlaskan amal untuk
Allah dan menjalankan ketaatan kepada Allah sesuai yang Dia syariatkan.
Al-Qurthubiy
berkata, “Bersikap luruslah dalam ketaatan kepada Allah, baik dalam keyakinan,
ucapan maupun perbuatan dan tetaplah dalam keadaan tersebut.”
Jadi, istiqamah adalah usaha menempuh shiratal
mustaqim (jalan yang lurus) tanpa berbelok ke kanan dan ke kiri, tanpa
menambah atau mengurangi, tanpa mempersulit atau menyepelekan. Hal ini,
sebagaimana ditunjukkan oleh firman Allah Ta’ala:
“Maka tetaplah kamu pada jalan yang
benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah bertobat
beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. “
Ayat “Maka tetaplah kamu pada jalan
yang benar” yakni tetaplah kamu berada di atas ajaran Islam, jangan malas
mengerjakannya atau meremehkannya.
Sedangkan ayat “sebagaimana
diperintahkan kepadamu” yakni sesuai yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam.
Ayat “janganlah kamu melampaui
batas” yakni tidak melewati aturan dan tidak menambah-nambah (berbuat
bid’ah).
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah pernah
menjelaskan bahwa karamah terbesar yang diberikan Allah Ta’ala adalah
seseorang dapat beristiqamah.
Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan
secara umum kepada hamba-hamba-Nya untuk beristiqamah, firman-Nya:
فَاسْتَقِيمُوا إِلَيْهِ (QS. Fushshilat:
6)
Demikian
juga kepada Nabi-Nya secara khusus, firman-Nya:
فَاسْتَقِمْ كَمَآأُمِرْتَ وَمن
تَابَ مَعَكَ
وَلاَتَطْغَوْا
(QS. Hud: 112)
إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا
رَبُّنَا اللهُ
ثُمَّ اسْتَقَامُوا فَلاَخَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلاَهُمْ يَحْزَنُونَ .
أُوْلَئِكَ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ خَالِدِينَ فِيهَا
جَزَآءً بِمَا
كَانُوا يَعْمَلُونَ (QS. Al Ahqaaf:
13-14).
Jalan Keselamatan
Sufyan
bin Abdullah Ats Tsaqafiy pernah berkata: “Wahai Rasulullah, katakanlah kepada
saya dalam Islam sebuah perkataan yang tidak saya tanyakan kepada
seorang pun selainmu.” Beliau menjawab:
قُلْ آمَنْتُ
بِاللهِ ثُمَّ
اسْتَقِمْ
Ada dua jalan yang akan menyelamatkan
manusia dari ‘adzab Allah subhanahu wa ta’ala, yaitu;
1.
Beriman kepada Allah
2.
Beritiqamah, yakni dengan beramal shalih dan
bertahan di atasnya.
Wallahu a’lam bishshawaab.
0 komentar:
Posting Komentar