Kamis, 02 Mei 2013

SPI Masa Al-Khulafa Al-Rasyidun


SEJARAH PENDIDIKAN ISLAM
PADA MASA AL-KHULAFA` AL-RASYIDUN

A.      LATAR HISTORIS
Setelah Rasulullah shallallaahu ‘alaih wasallam wafat dalam usia 63 tahun di Madinah. Tonggak kepemimpinan dilanjutkan oleh para sahabatnya yang mulia.
Para pemimpin yang diangkat oleh kaum muslimin setelah Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam disebut Kulafaa al-Rasyiduun. Kepemimpinan seperti ini berjalan hanya 30 tahun di bawah empat kepemimpinan empat shahabat besar yaitu Abu Bakar As-Shiddiq selama 2 tahun, Umar bin Khaththab selama 10 tahun, Ustman bin Affan selama 12 tahun, dan Aly bin Abi Thalib selama 6 tahu.
Lamanya masa kepemimpinan ini sesuai dengan sabda Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa sallam bahwa; “Kepemimpinan kekhilafahan dalam umatku akan berlangsung selama 30 tahun, kemudian kerajaan setelahnya”.(HR. Ahmad, dalam Musnadnya)
B.      PENGERTIAN
Secara etimologi khalifah berasal dari kata dasar khalf yang berarti wakil atau pengganti. Bentuk jamaknya khulafaa atau khalaaif yang berarti orang-orang yang menggantikan (mengambil alih) kedudukan (tempat) orang lain.(Ensiklopedi Islam, 1999:50)
Sedangkan kata al-Rasyiduun mengandung arti cerdas, jujur, dan amanah, sesuai dengan kata dasarnya yaitu rasyadaa.
Berarti Khulafa al-Rasyiduun adalah para pemimpin yang menggantikan kedudukan pimpinan sebelumnya dan menunjukan sikap yang cerdas, jujur, dan amanah.(Badri Yatim, 1994:360)
C.      KEBIJAKAN PARA KHALIFAH
1.      Abu Bakar As-Shiddiq
Ø  Konsolidasi, Penertiban dan Pengamanan
Ø  Membukukan Al-Qur’an
Ø  Memperluas wilayah dakwah Islam. Di masa beliau ajaran Islam bisa masuk ke Irak dan Syiria
2.      Umar bin Khaththab
Ø  Memperluas wilayah dakwah Islam. Setelah Irak dan Syiria di masa ini ajaran Islam masuk ke Palestina, Mesir dan Jazirah Arabia
Ø  Membenahi administrasi
Ø  Membentuk beberapa departemen, soaial, ekonomi dan pertahanan
Ø  Mengatur system pembayaran gaji dan pajak
3.      Ustman bin Affan
Ø  Membangun bendungan dan mengatur distribusi air
Ø  Membangun jalan, jembatan, masjid, dan merehab masjid Nabawi
Ø  Membukukan Al-Qur’an dalam satu mushaf sebagai rujukan kaum muslimin seluruhnya
Ø  Mengangkat pembantu-pembantunya kebanyakan dari kerabatnya sendiri
4.      Aly bin Abi Thalib
Ø  Konsolidasi dan penertiban
Ø  Perang Jamal
Ø  Perang Shiffin
D.     TUJUAN, PRINSIP, DAN KEBIJAKAN PENDIDIKAN ISLAM PADA MASA KHULAFA` AL-RASYIDUN
1.      Tujuan Pendidikan Islam pada Masa Khulafa` Rasyidun
Pendidikan Islam pada masa pertumbuhan dan perkembangan, serta pada masa-masa berikutnya mempunyai dua sasaran, Yaitu: pertama, generasi muda (sebagai generasi penerus) dan masyarakat yang belum menerima ajaran Islam, kedua, yaitu penyampaian ajaran Islam dan usaha internalisasi.
Tujuan pendidikan (dakwah) Islam keluar adalah untuk menyampaikan ajaran Islam kepada masyarakat bangsa/suku bangsa agar mereka menerimanya menjadi system hidup.

2.      Prinsip - prinsip Pendidikan Islam pada Masa Khulafa` Rasyidundan
Dalam operasionalisasi penyebaran agama Islam, Islam mendasarkan pada dua prinsip. Pertama, adakalanya menerima sebagian dari unsur-unsur budaya yang telah berkembang. Kedua, apabila budaya yang telah berkembang tersebut menyimpang dari potensi fitrah manusiawi dan bertentangan dengan prinsip-prinsip budaya Islami, maka Islam menolak budaya tersebut dan menggantinya dengan budaya baru yang Islami.

3.      Kebijakan Pendidikan Islam pada Masa Khulafa` Rasyidin
Setelah Nabi saw wafat, kepimpinan dipegang oleh Abu Bakar ash-Shiddiq, kemudian Umar bin Khaththab, dilanjukan oleh Utsman bin Affan, kemudian Ali bin Abi Thalib dan kemudian dilanjutkan oleh para sahabat lainnya. Dengan berakhirnya kekuasaan Ali, menjadi titik tonggak lahirnya kekuasaan Bani Umayah. Banyak kebijakan pada masa ini, diantaranya adalah:
1.      Pemisahan kekuasaan
2.      Pembagian wilayah
3.      Bidang administrasi pemerintah
4.      Organisasi keuangan
5.      Organisasi ketentaraan
6.      Organisasi kehakiman
7.      Organisasi sosial dan budaya
8.      Bidang seni dan sastra
9.      Bidang seni rupa
10.  Bidang Arsitektur
Oleh karenanya kebijakan dalam pendidikanpun selalu banyak perubahan, dan itu akan terus terjadi sebagai bentuk dinamisasi dalam pendidikan sampai kapanpun.

E.      MATERI DAN METODE PENDIDIKAN ISLAM PADA MASA KHULAFA` AL-RASYIDUN
Khulafa` Rasyidun adalah pelanjut Rasulullah Muhammad Shallallaahu ‘alaihi wa sallam dalam mengajarkan agama Islam. Di antara materi pelajarannya adalah sebagai berikut:
1. Pendidikan tauhid dan keimanan
2. Pendidikan ibadah
3. Pendidikan Akhlak
4. Pendidikan kesehatan (jasmani)
5. Pendidikan syari`ah
Khusus masalah Pengajaran Al-Qur`an pada masa ini menjadi pengajaran utama dan serius, sebab Pengajara Al-Qur`an pada masa ini mengalami beberapa problema, diantaranya:
a.      Al-Qur`an secara lengkap dan sempurna ada dalam hafalan umumnya para sahabat, tapi tidak semua sahabat hafal sepenuhnya al-Qur`an. Al-Qur`an pada masa ini masih berbentuk tulisan-tulisan dan masih berserakan.
b.      Masalah pembacaan (qira`at)
c.       Pengajaran Bahasa Arab
Al-Qur`an adalah bacaan dalam bahasa Arab. Mereka yang tidak berbahasa Arab dituntut untuk menyesuaikan lidahnya dengan lidah orang Arab.

F.       LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM, PENDIDIK DAN PESERTA DIDIK PADA MASA AL-KHULAFA` AL-RASYIDUN
a.      Latar Historis
Suatu peristiwa penting dalam Sejarah Pendidikan Islam setelah Nabi Muhammad Shallallaahu ‘alaihi wa sallam wafat, adalah peristiwa pemberontakan orang-orang murtad yang enggan membayar zakat, serta timbul nabi-nabi palsu maka timbullah peperangan dimana dalam peperangan tersebut banyak para sahabat, penghafal, guru dan pendidik Islam yang gugur. Karena banyaknya penghafal yang gugur, maka al-Qur`an ditulis dalam satu mushaf atas usulan Umar bin Al-Khattab kepada khalifah Abu Bakar As-Shiddiq.

b.      Pusat-pusat Pendidikan Islam
a. Masjid
b. Kuttab
c. Majlis, diantaranya ada:
- Majlis al-hadits                - Majlis al-Mudzakarah
- Majlis al-Tadris                - Majlis al-Adab
- Majlis al-Munazharah - Majlis al-Fatwa dan al-Nazhar
d. Madrasah, diantaranya ada:
- Madrasah Mekkah           - Madrasah Kufah
- Madrasah Madinah         - Madrasah Damsyik (Syam)
- Madrasah Basrah                         - Madrasah Fustat (Mesir)

G.     PERKEMBANGAN PEMIKIRAN DAN PERADABAN YANG MENGIRINGI PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN ISLAM PADA MASA AL-KHULAFA` AL-RASYIDUN
a.      Perkembangan Pola Ijtihad
Pola kehidupan lama yang ingin dipertahankan oleh sebagian masyarakat, menimbulkan permasalahan-permasalahan baru yang dihadapi oleh para sahabat, seperti masalah-masalah hukum yang baru sifatnya, yang mendorong para sahabat untuk menetapkan ketentuan hukum. Secara umum, Rasulullah sudah memberikan pedoman dan pembelajaran tentang bagaimana cara memberikan keputusan hukum terhadap masalah-masalah yang muncul. Ada hadits Nabi yang mengatakan: jika ada masalah maka hendaklah dicari ketetapan hukumnya dalam al-Qur`an, jika tidak dicari dalam sunnah atau hadits, jika tidak gunakan akal pikiran (ijtihad). Dalam berijtihad, kemudian berkembang dua pola, yaitu:
1.       Pola Ahl al-hadits, yaitu ketetapan hukum yang bergantung pada hadits Rasul
2.       Pola Ahl al-Ra`yu, yaitu ketetapan hukum berdasarkan ra`yu
b.      Perkembangan Pola Pemikiran Islam
Dalam pertumbuhannya pada dasarnya pemikiran Islam muncul dalam tiga pola, yaitu:
1.      Pola pemikiran yang bersifat skolastik Yaitu pola pemikiran yang terikat pada dogma-dogma agama atau terikat pada wahyu atau ayat al-Qur`an dan hadits.
2.      Pola pemikiran yang bersifat Rasional Yaitu pola pemikiran yang lebih mengutamakan akal pikiran dan menganggap pola pikir sebagai sumber kebenaran.
3.      Pola pemikiran yang bersifat bathiniyah dan intuitif Yaitu pola pemikiran yang menganggap kebenaran sesungguhnya adalah melalui pengalaman-pengalaman bathin dalam kehidupan yang mistis dan dengan jalan berkontemlasi.

untuk slide diwnload di sini

0 komentar:

Posting Komentar