SEJARAH
PENDIDIKAN ISLAM
PADA MASA
AL-KHULAFA` AL-RASYIDUN
A.
LATAR HISTORIS
Setelah Rasulullah shallallaahu ‘alaih wasallam wafat dalam usia
63 tahun di Madinah. Tonggak kepemimpinan dilanjutkan oleh para sahabatnya yang
mulia.
Para pemimpin yang diangkat oleh kaum muslimin setelah Rasulullah
shallallaahu ‘alaihi wasallam disebut Kulafaa al-Rasyiduun. Kepemimpinan
seperti ini berjalan hanya 30 tahun di bawah empat kepemimpinan empat shahabat
besar yaitu Abu Bakar As-Shiddiq selama 2 tahun, Umar bin Khaththab selama 10
tahun, Ustman bin Affan selama 12 tahun, dan Aly bin Abi Thalib selama 6 tahu.
Lamanya masa kepemimpinan ini sesuai dengan sabda Nabi
Shallallaahu ‘alaihi wa sallam bahwa; “Kepemimpinan kekhilafahan dalam umatku
akan berlangsung selama 30 tahun, kemudian kerajaan setelahnya”.(HR. Ahmad,
dalam Musnadnya)
B.
PENGERTIAN
Secara etimologi khalifah berasal dari kata dasar khalf
yang berarti wakil atau pengganti. Bentuk jamaknya khulafaa atau khalaaif
yang berarti orang-orang yang menggantikan (mengambil alih) kedudukan (tempat)
orang lain.(Ensiklopedi Islam, 1999:50)
Sedangkan kata al-Rasyiduun mengandung arti cerdas, jujur,
dan amanah, sesuai dengan kata dasarnya yaitu rasyadaa.
Berarti Khulafa al-Rasyiduun adalah para pemimpin yang
menggantikan kedudukan pimpinan sebelumnya dan menunjukan sikap yang cerdas,
jujur, dan amanah.(Badri Yatim, 1994:360)
C.
KEBIJAKAN PARA
KHALIFAH
1.
Abu Bakar As-Shiddiq
Ø Konsolidasi, Penertiban dan Pengamanan
Ø Membukukan Al-Qur’an
Ø Memperluas wilayah dakwah Islam. Di masa beliau ajaran Islam bisa
masuk ke Irak dan Syiria
2.
Umar bin
Khaththab
Ø Memperluas wilayah dakwah Islam. Setelah Irak dan Syiria di masa
ini ajaran Islam masuk ke Palestina, Mesir dan Jazirah Arabia
Ø Membenahi administrasi
Ø Membentuk beberapa departemen, soaial, ekonomi dan pertahanan
Ø Mengatur system pembayaran gaji dan pajak
3.
Ustman bin Affan
Ø Membangun bendungan dan mengatur distribusi air
Ø Membangun jalan, jembatan, masjid, dan merehab masjid Nabawi
Ø Membukukan Al-Qur’an dalam satu mushaf sebagai rujukan kaum
muslimin seluruhnya
Ø Mengangkat pembantu-pembantunya kebanyakan dari kerabatnya sendiri
4.
Aly bin Abi
Thalib
Ø Konsolidasi dan penertiban
Ø Perang Jamal
Ø Perang Shiffin
D.
TUJUAN, PRINSIP,
DAN KEBIJAKAN PENDIDIKAN ISLAM PADA MASA KHULAFA` AL-RASYIDUN
1.
Tujuan Pendidikan
Islam pada Masa Khulafa` Rasyidun
Pendidikan Islam
pada masa pertumbuhan dan perkembangan, serta pada masa-masa berikutnya
mempunyai dua sasaran, Yaitu: pertama, generasi muda (sebagai generasi penerus)
dan masyarakat yang belum menerima ajaran Islam, kedua, yaitu penyampaian
ajaran Islam dan usaha internalisasi.
Tujuan
pendidikan (dakwah) Islam keluar adalah untuk menyampaikan ajaran Islam kepada
masyarakat bangsa/suku bangsa agar mereka menerimanya menjadi system hidup.
2.
Prinsip - prinsip
Pendidikan Islam pada Masa Khulafa` Rasyidundan
Dalam
operasionalisasi penyebaran agama Islam, Islam mendasarkan pada dua prinsip.
Pertama, adakalanya menerima sebagian dari unsur-unsur budaya yang telah
berkembang. Kedua, apabila budaya yang telah berkembang tersebut menyimpang
dari potensi fitrah manusiawi dan bertentangan dengan prinsip-prinsip budaya Islami,
maka Islam menolak budaya tersebut dan menggantinya dengan budaya baru yang Islami.
3.
Kebijakan
Pendidikan Islam pada Masa Khulafa` Rasyidin
Setelah Nabi saw
wafat, kepimpinan dipegang oleh Abu Bakar ash-Shiddiq, kemudian Umar bin
Khaththab, dilanjukan oleh Utsman bin Affan, kemudian Ali bin Abi Thalib dan
kemudian dilanjutkan oleh para sahabat lainnya. Dengan berakhirnya kekuasaan
Ali, menjadi titik tonggak lahirnya kekuasaan Bani Umayah. Banyak kebijakan
pada masa ini, diantaranya adalah:
1.
Pemisahan
kekuasaan
2.
Pembagian wilayah
3.
Bidang
administrasi pemerintah
4.
Organisasi
keuangan
5.
Organisasi
ketentaraan
6.
Organisasi
kehakiman
7.
Organisasi sosial
dan budaya
8.
Bidang seni dan
sastra
9.
Bidang seni rupa
10. Bidang Arsitektur
Oleh
karenanya kebijakan dalam pendidikanpun selalu banyak perubahan, dan itu akan terus
terjadi sebagai bentuk dinamisasi dalam pendidikan sampai kapanpun.
E.
MATERI DAN METODE
PENDIDIKAN ISLAM PADA MASA KHULAFA` AL-RASYIDUN
Khulafa`
Rasyidun adalah pelanjut Rasulullah Muhammad Shallallaahu ‘alaihi wa sallam
dalam mengajarkan agama Islam. Di antara materi pelajarannya adalah sebagai
berikut:
1.
Pendidikan tauhid dan keimanan
2.
Pendidikan ibadah
3.
Pendidikan Akhlak
4.
Pendidikan kesehatan (jasmani)
5.
Pendidikan syari`ah
Khusus
masalah Pengajaran Al-Qur`an pada masa ini menjadi pengajaran utama dan serius,
sebab Pengajara Al-Qur`an pada masa ini mengalami beberapa problema,
diantaranya:
a.
Al-Qur`an secara
lengkap dan sempurna ada dalam hafalan umumnya para sahabat, tapi tidak semua
sahabat hafal sepenuhnya al-Qur`an. Al-Qur`an pada masa ini masih berbentuk
tulisan-tulisan dan masih berserakan.
b.
Masalah pembacaan
(qira`at)
c.
Pengajaran Bahasa
Arab
Al-Qur`an
adalah bacaan dalam bahasa Arab. Mereka yang tidak berbahasa Arab dituntut
untuk menyesuaikan lidahnya dengan lidah orang Arab.
F.
LEMBAGA PENDIDIKAN
ISLAM, PENDIDIK DAN PESERTA DIDIK PADA MASA AL-KHULAFA` AL-RASYIDUN
a.
Latar Historis
Suatu
peristiwa penting dalam Sejarah Pendidikan Islam setelah Nabi Muhammad
Shallallaahu ‘alaihi wa sallam wafat, adalah peristiwa pemberontakan
orang-orang murtad yang enggan membayar zakat, serta timbul nabi-nabi palsu
maka timbullah peperangan dimana dalam peperangan tersebut banyak para sahabat,
penghafal, guru dan pendidik Islam yang gugur. Karena banyaknya penghafal yang
gugur, maka al-Qur`an ditulis dalam satu mushaf atas usulan Umar bin Al-Khattab
kepada khalifah Abu Bakar As-Shiddiq.
b.
Pusat-pusat
Pendidikan Islam
a. Masjid
b. Kuttab
c. Majlis,
diantaranya ada:
- Majlis al-hadits -
Majlis al-Mudzakarah
- Majlis al-Tadris -
Majlis al-Adab
- Majlis al-Munazharah - Majlis al-Fatwa dan al-Nazhar
d. Madrasah,
diantaranya ada:
-
Madrasah Mekkah - Madrasah Kufah
-
Madrasah Madinah - Madrasah
Damsyik (Syam)
-
Madrasah Basrah -
Madrasah Fustat (Mesir)
G.
PERKEMBANGAN
PEMIKIRAN DAN PERADABAN YANG MENGIRINGI PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN ISLAM PADA
MASA AL-KHULAFA` AL-RASYIDUN
a.
Perkembangan Pola
Ijtihad
Pola
kehidupan lama yang ingin dipertahankan oleh sebagian masyarakat, menimbulkan
permasalahan-permasalahan baru yang dihadapi oleh para sahabat, seperti
masalah-masalah hukum yang baru sifatnya, yang mendorong para sahabat untuk
menetapkan ketentuan hukum. Secara umum, Rasulullah sudah memberikan pedoman
dan pembelajaran tentang bagaimana cara memberikan keputusan hukum terhadap
masalah-masalah yang muncul. Ada hadits Nabi yang mengatakan: jika ada masalah
maka hendaklah dicari ketetapan hukumnya dalam al-Qur`an, jika tidak dicari
dalam sunnah atau hadits, jika tidak gunakan akal pikiran (ijtihad). Dalam
berijtihad, kemudian berkembang dua pola, yaitu:
1. Pola Ahl
al-hadits, yaitu ketetapan hukum yang bergantung pada hadits Rasul
2. Pola Ahl
al-Ra`yu, yaitu ketetapan hukum berdasarkan ra`yu
b.
Perkembangan Pola
Pemikiran Islam
Dalam
pertumbuhannya pada dasarnya pemikiran Islam muncul dalam tiga pola, yaitu:
1.
Pola pemikiran
yang bersifat skolastik Yaitu pola pemikiran yang terikat pada dogma-dogma
agama atau terikat pada wahyu atau ayat al-Qur`an dan hadits.
2.
Pola pemikiran
yang bersifat Rasional Yaitu pola pemikiran yang lebih mengutamakan akal
pikiran dan menganggap pola pikir sebagai sumber kebenaran.
3.
Pola pemikiran
yang bersifat bathiniyah dan intuitif Yaitu pola pemikiran yang menganggap
kebenaran sesungguhnya adalah melalui pengalaman-pengalaman bathin dalam
kehidupan yang mistis dan dengan jalan berkontemlasi.
untuk slide diwnload di sini
0 komentar:
Posting Komentar